Al-MatPy ibnu Thalib*
Kemudian semuanya dihancurkan kecuali DIA, bahkan kehancuranpun dihancurkan, sehingga setelah itu tak ada lagi kehancuran;
Kemudian semua yang hidup dan bernyawa dimatikan, kecuali DIA, bahkan kematianpun dimatikan, sehingga setelah itu tak ada lagi kematian;
Setelah semuanya dihancurkan dan dimatikan, yang ada hanya DIA;
DIA berkata:”Akulah Raja”;
Kemudian DIA menghendaki menghidupkan setelah mematikan;
Masing-masing lapor kepadaNYA;
Maka datanglah:
Sembah hamba, hamba diciptakan dari api, hamba menjadi makhluk seperti yang Engkau kehendaki, hamba melakukan hakikat penciptaan hamba, hamba tidak bersujud pada mereka seperti yang Engkau kehendaki, hamba menggoda hidup mereka selama didunia, dengan izin-Mu seperti yang Engkau kehendaki, dan kami tidak dapat menyesatkan satupun diantara mereka, melainkan siapa yang Engkau kehendaki, yaitu mereka yang berlepas dari Engkau, tugas hamba selesai, hakikat penciptaan kami telah kami jalankan;
Kemudian datanglah:
Sembah hamba, hamba diciptakan dari cahaya, hamba menjadi makhluk seperti yang Engkau kehendaki, hamba melakukan hakikat penciptaan hamba, hamba bersujud pada mereka seperti yang Engkau kehendaki, hamba taat, tunduk dan sujud kepada Engkau seperti yang Engkau kehendaki, dan kami tidak dapat menyelamatkan satupun diantara mereka, melainkan siapa yang Engkau kehendaki, yaitu mereka yang berserah pada Engkau, tugas hamba selesai, hakikat penciptaan kami telah kami jalankan;
Lalu datanglah:
Bintang dan Matahari lapor, Engkau ciptakan kami untuk bercahaya dan menerangi semesta, kami bersinar dan berhenti bersinar seperti yang Engkau kehendaki, tugas kami selesai, hakikat penciptaan kami telah kami jalankan.
Bumi, bulan dan planet lapor, Engkau ciptakan kami seperti yang Engkau kehendaki, kami berputar dan bergerak seperti yang Engkau kehendaki, tugas kami selesai, hakikat penciptaan kami telah kami jalankan.
dan datanglah, datanglah dan datanglah;
Akhirnya datanglah:
Sebagian dari mereka datang dan berkata: “Sembah hamba Ya Rabb, Engkau telah menciptakanku dari tiada, Engkau telah menghidupkanku sebelum mati, Engkau menjadikanku sebagai manusia, aku hidup di dunia seperti yang Engkau kehendaki, hamba menjadi makhluk seperti yang Engkau kehendaki, Engkau mengilhamkan kepadaku kefasikan dan ketakwaan, dan tidaklah Engkau ciptakan aku melainkan untuk menyembah kepada Engkau, tugas hamba,,,;
Kemudian tersadar ternyata sekarang aku sedang menulis, dan kalian sedang membaca tulisan ini. Karena tidak sehelai daunpun jatuh, kecuali Allah mengetahuinya, maka sekarang Allah pasti tahu bahwa kalian sedang membaca tulisan ini. Karena bumi dan seisinya tidak diciptakan dengan kebetulan, maka adalah skenario Allah menakdirkan terbacanya tulisan ini. Beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwa itu. Allah member petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
Dia telah menciptakan kita dari tanah, kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian kita dilahirkan sebagai anak manusia, kemudian kita dibiarkan hidup supaya kita sampai masa dewasa, kemudian dibiarkan hidup lagi sampai tua, diantara kita ada yang diwafatkan sebelum itu, supaya kita sampai ajal yang ditentukan dan supaya kita memahaminya. Kita hendaknya memahami bahwa Matahari dan Bintang diciptakan untuk bersinar menyinari alam raya dan bumi tempat kita tinggal; memahami gunung diciptakan supaya bumi tempat kita berada tidak guncang; memahami bahwa laut ditundukkan untuk kita, agar dapat memakan daging yang segar, dan mengeluarkan dari lautan perhiasan, dan supaya kita bersyukur; memahami bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan di bumi untuk kepentingan manusia. Maka sudahkan kita memahami untuk apa kita diciptakan?
Kita dapat mengetahui untuk apa padi di tanam, dari petani yang telah menanam padi. Kita dapat mengetahui untuk apa perahu dibuat, dari nelayan atau yang telah membuatnya. Kita dapat mengetahui untuk apa suatu benda dibuat, dari pembuatnya. Sehingga kita dapat mengetahui untuk apa kita diciptakan, dari pencipta kita.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz Dzaariyat:56)
Padi yang tidak menghasilkan padi, tentunya adalah padi yang gagal, yang tidak sesuai dengan tujuan penciptaannya. Perahu yang tidak dapat digunakan untuk berlayar, juga adalah produk gagal yang secara fungsional tidak lagi dikatakan perahu karena tidak dapat berfungsi layaknya perahu. Suatu benda yang tidak memenuhi tujuan pembuatannya, telah gagal untuk menjadi benda yang dimaksud. Maka manusia yang telah terlahir ke dunia dan tidak menjalankan tujuan penciptaannya untuk mengabdi, beribadah dan menyembah kepada Allah, maka Ia telah gagal untuk memenuhi hakikat penciptaannya.
Dalam kalimat yang disampaikan Ustadz Syatori Abdurrauf (Pengasuh Pesantren Mahasiswi Daaru Shalihat, Yogyakarta), ‘hidup harus selesai sebelum berakhir’, yang berarti bahwa kita harus sudah memenuhi tujuan penciptaan kita, sebelum waktu hidup kita di dunia berakhir. Artinya kita harus tunduk mengabdi, taat berbakti, sujud pasrah diri, kepada Illahi Rabbi sebelum mati. Dan karena setiap kita tidak tahu kapan masing-masing kita punya sisa waktu, maka tidak ada kata nanti untuk memulai.
Karena setiap amal yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban, karena kaki akan ditanya kemana dia melangkah? Tiap pandangan mata dalam tiap detik akan ditanya pada apa saja dia melihat? Tiap gendang telinga yang bergetar dalam setiap helaan nafas akan ditanya suara apa saja yang ia dengar? Hati dan pikiran akan dihisab, apa saja yang pernah terlintas? Lidah dan kemaluan akan dipertanggung jawabkan, dan seluruh amal hidup kita akan dilaporkan.
Mahasuci Engkau Ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah melainkan Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.
Wallahu’alam
(MatHYuS 070727)
*Pengurus LPM PROFESI FTI UII, periode 2003-2006



1 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
18 September 2007 pada 2:05 pm
suficinta
assalamu’alaikum wr wb
subhan4JJI….
semoga kita termasuk orang yang senantiasa mendekatkan diri pada 4JJI
4JJI 4KB4R……….