You are currently browsing the monthly archive for Mei 2008.

24 Mei 2008, 21.00:
Glitter Graphics

Masih main tenis meja, mau main badminton, luka di kaki belum sembuh, paling besok malem minggu main pake sepatu. Masuk asrama rencananya masukin laundry, tapi dah jam sembilan, ragu tempat laundry langganan masih buka, so, tumpukan baju yang sudah kumasukin tas, ku tinggal. Misi malam ini adalah:Finishing Upload Website (proyek yang selama beberapa hari ini membuatku ‘berubah’ jadi kalong). Keluar dari asrama, melewati jalanan Dusun malangrejo yang belum diaspal, dan dipagari pohon-pohon cemara dan randu di kanan kiri, malam ini lebih terang dari beberapa hari sebelumnya, karena malam ini bulan bersinar cerah. Melewati perempatan sebelah utara stadion Maguwo, sinar bulan menerpa stadion dan pohon-pohon cemara yang ada disisi jalan. Stadion Maguwo seolah melambai menawarkan pemandangan malam hari yang eksotis, dan aku terprovokasi. Maka MX yang seharusnya berbelok ke kiri, berjalan lurus mendekati stadion. Dua lampu besar menerangi pojok tenggara dan timur laut halaman stadion. Ada petugas yang selalu siap jaga di pos penjagaan yang bertuliskan:”Masuk harus izin petugas”; karena stadion belum 100% selesai, aku tahu beberapa celah untuk masuk tanpa diketahui petugas, dan ‘kebiasaan’ lamaku kambuh.

Lampu motor kumatikan, dan menyusuri jalan setapak sebelah utara stadion, disamping area latihan sopir mobil dan sebelah track latihan motorcross. Mendapati tempat yang sepi dan gelap, MX-ku tinggal sendirian (memang memberi kesempatan kalo ada maling nyasar, tapi ini juga kesempatan menikmati kebiasaan lama).

Sambil berjalan hati-hati bagai maling prematur beraksi, tengok kanan-kiri, berjalan lambat dan hati-hati di daerah yang gelap dan tak terkena sinar lampu, aku masuk jalan parkir mobil yang melingkar di pojok barat Laut. Lantai satu dan dua masih terkena sinar lampu, jadi pura-pura jalan tanpa dosa, kalo ketahuan satpam, bilang aja cuma pingin liat-liat. Sampai lantai tiga, sinar lampu tak lagi menguasai, tapi gelap lebih dominan, ku coba lihat lorong masuk, dan ternyata semua terkunci. Asem, gelap lagi, rasa-rasanya agak horor juga., tapi dapat terlihat bagian dalam stadion yang benderang basah terguyur sinar bulan. Maka aku semakin semangat naik ke tempat tertinggi.

Sampai dilantai empat, ujung jalan melingkar, karena ini lantai tertinggi. Dan keadaan yang sama, semua gerbang terkunci! Terpaksa gunakan cara lama:Lompati Pagar. Yang jadi korban adalah pagar yang langsung menuju tengah stadion, bukan menuju lorong parkir. Tak begitu sulit ternyata, justru begitu sampai diatas pagar, langsung mengantarku ke bagian atap jalan melingkar, yang tak bisa dilewati kenadaraan, bahkan orang pun mungkin tak akan kesini karena terlalu berbahaya, tepi lantai melingkar ini tanpa pengaman dan langsung menghadap lantai dasar, hampir bisa dipastikan minimal patah tulang kalo ada yang terjun bebas dari sini.

Begitu berdiri di lantai tertinggi ini, seolah seluruh area stadion jadi milikku, karena terjamah pandanganku dan letaknya dibawahku tanpa satu manusiapun terlihat. Lebih dari itu, ditempat ini bulan bisa mendapatiku sempurna dengan sinarnya. Jadilah aku mandi sinar bulan dengan hiasan bintang dalam terpaan angin malam, diantara pemandangan malam yang mengesankan. Sebelah utara, seolah sama tinggi dengan kaliurang dan kaliadem. Sebelah tenggara terlihat bukit indah. Sebelah selatan tertutup atap stadion, tapi masih terlihat lampu-lampu kota yang ganas melahap gelap malam, sehingga seolah langit diatas kota terpanggang bara lampu kota yogya. Sebelah barat ada perumahan, dan lebih dekat adalah pepohonan yang menyembunyikan lokasi candi jambusari. Sesekali pesawat melawan gravitasi, lepas landas dari bandara Adi Sucipto, lalu menyaingi bintang-bintang di langit dengan lampu kelap-kelipnya yang bergerak menjauh semakin kecil, mengecil dan akhirnya hilang dari pandangan. Diameter lantai ini mungkin sekitar 10-15 mter, tapi bagian tengahnya bolong dengan atap dibagian atasnya, jadi tempat yang bisa ku jelajahi hanya sekitar 3meter dari diameter terluar. Ada tembok pancangan yang bisa ku kuasai, seolah aku menjadi yang tertinggi. Sehingga dengan membentangkan tangan, aku bisa ber-’adagio‘. Bila berdiri di sebelah barat, semakin jelas terdengar suara sungai, karena memang ada sungai sekitar 100 meter sebelah barat.

Puas menguasai tempat, aku bisa menari tarian filosofis-nya rumi, atau goyangan kegilaannya Machogani. Pun bisa berpose layaknya spiderman, atau superman yang siap terbang. Lalu diam dan bertanya pada bintang yang mungkin sebenarnya saat ini yang sampai ke mata-ku hanyalah sinarnya, sementara bintang itu sendiri bisa jadi sudah meledak dan hilang berjuta tahun yang lalu. Bercengkerama dengan bulan yang memantulkan cahaya matahari, berbisik dengan pucuk pohon cemara yang bergoyang terkena hembusan angin malam,adalah keasyikan disamping kenikmatan mandi sinar bulan.

“Kini aku menjelajah di malam hari;

aku banyak menemukan sesuatu, aku yang menemukan mereka, atau mereka yang menemukanku”

kayak di film “the brave one” ajah;

pada malam hari, terlihat ada tempat yang selalu ramai bahkan hingga pagi, sayangnya bukan pesantren, madrasah, mushola atau masjid, tapiiiii : Game Center; yaelah, cukup mencerminkan pemuda kita yang cenderung hedonis; menyukai kesenangan secara berlebihan, dan sayangnya kesenangan pada hal/sesuatu yang bukan kebaikan; coba kalo pemuda senang baca buku (buku yang baik juga), senang diskusi (bukan ngobrol murahan apalagi gosip, tapi bisa tentang negara, islam,dll), senang puasa (khususnya puasa sunnah), senang shalat (juga shalat malem), senang ngerjain proyek (tak bermaksud menyindir siapapun :) );

dan ketika pulang, dan masuk lingkungan pesantren: blas,,,,, yang terdengar adalah suara angin, yang terlihat adalah manusia2 yang terlelap tidur; tapi kalo ada pertandingan sepakbola???????? bisa-bisanya bangun, tapi bukan untuk shalat malam atau sahur, hanya untuk nonton sepakbola???, yah ;; bisa dibaca mental, psikologis dan jiwanya; apalagi besok hari final Liga Champion, bahkan sudah Boking tempat!!! Oh My 4Wi, kenapa gak  boking tempat di surga ajah???

and, berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, mengeluyurnya aku di malam hari akhir-akhir ini, bukan karena pacarku dibunuh gerombolan preman, kayak di film “the brave one” itu, tapi karena aku lagi ngerjain sebuah proyek, yang harus segera diselesaikan, untuk dapat segera mengerjakan coding program untuk skripsi;;;;;; ayo luluuuus;

ndang kawin, he9x~

“Koq di borong?” tanyaku ma Sulton;

tentunya dijawab dengan senyum olehnya, dan tawa dua orang temanku abul dan fauzan juga Bapaknya sulton;
sudah 10 hari sulton di Rumah Sakit, and (parahnya) baru hari ini aku sempat menengoknya;

males? Insya4wi sama sekali enggak;

gak bisa? sebenernya sih bisa;

sibuk? bukan alasan, walaupun iya;

so, sory begete yo;

tapi aku salut, melihat senyummu itu lho, walaupun dalam keadaan kayak gitu; kamu bilang, jenuh, bosen, suntuk, kayak burung terpenjara di sangkar; semoga besok kamu dah boleh pulang;

nah abul ma fauzan neh yang lucu:

abul: moso gak bisa cari jalan ke masjid?

fauzan: gak berani keluar lift di lantai 4 & 5 gedung “permata hati”;

ceritanya kami pingin liat bayi-bayi yang ada di inkubator; dari lantai 2, kami masuk lift, dan suer, tombol angka tiga ku tekan, tapi? lift tak berhenti di lantai 3; bablas lantai4, and pas kebuka: what? guelap man! dalam gerak lambat dan hati-hati, aku ma abul ngelongok (bahasa apa ne?) lorong gelap itu sementara fauzan tetap di tempatnya, belum juga semua tubuh kami keluar dari lift; “brek” (emang bunyinya gini?) pintu lift mau nutup lagi; jadi weh, aku ma abul loncat and teriak masuk ke lift lagi; dan fauzan ketawa dengan ekspresi ketakutan (gimana ya ekspresinya? gitu dech); penasaran, kupencet juga tombol angka 5,so, kami naik ke lantai 5; and: adegan tadi terulang lagi, coz lorongnya juga gelap, lebih gelap dari lantai4; abul sempat mau di dorong and ditinggalin di lantai5, but dia berontak;

mbul;;;; mbul;;; “Pake sandal koq cuma satu?”

padahal sandalnya ku umpetin, hehe9x

cepet sembuh ya ton;;;

Language

 

Mei 2008
S S R K J S M
« Jan   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Photos

More Photos
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.