You are currently browsing the daily archive for Juni 19th, 2008.
Selasa, 17 Juni 2008, pkl 10.30:
selesai membaca buku “15 Alasan mencintai Allah”, bisa jadi ada aliran cinta yang memang mengalir dalam jiwa, sehingga ada keinginan untuk shalat dhuha; tapi saat ini ada di kantor (ISES Consulting, belakang BMT al-ikhlas sagan), sepertinya akan lebih khusyu kalo shalat di masjid, so, maksud hati mencari mushola, maka
keluar kantor, menyusuri jalan ke arah galeria, dibawah sengatan matahari yang aduhai; melew3ati beberapa gang di kiri kanan jalan, tak nampak ciri2 khas mushola; kemudian tiba2 saja, ingin memasuki gang tertentu di sebelah timur jalan; sekitar 100meter dari jalan besar, ada pemandangan yang dulu begitu akrab: makam.
semakin jauh melangkah makin sepi terasa, kemudian sunyi; ada panggilan dari dalam yang ungun lebih akrab dengan bangunan itu, atau mungkin suasana itu, bisa jadi juga penghuni disitu;; hihi77x
maka tubuhku bersandar di tembok dinding makam, mengamati dengan ketajaman bangunan masa depan yang suatu saat nanti pastti aku juga akan memilikinya: makam; ytang jadi pertanyaan adalah: siapa manusia-manusia penghuni bangunan ini? siapa mereka dulu ketika masih hidup? apa saja yang telah mereka lakukan? apa yang sekarang mereka rasakan? seandainya sekarang mereka hidup lagi, apa yang akan mereka lakukan?
dan akhirnya pertanyaan terakhir inilah yang membuatku tersentak kaget dan terkejut sangat: dalam kedalaman tanah, yang gelap, pengap dan senyap, tiba2 ada sesosok mata yang terbuka dari terpejam, dan dia melirikku, MELIRIKKU! kemudian dia bangkit, terbang menmbus materi tanah, melayang diatas tanah, memandang ke arahku, sementara aku terpatung tak menguasai diri; dia terbang mendekat dalam waktu singkat dengan begitu mudahnya, dan bicara dengan bahasa tanpa kata, tapi aku mengerti maksudnya:”pinjam tubuhmu sebentar ya,,,,,”
setelah itu aku merasakan kedamaian dan kesenangan atau kegirangan yang aneh, seolah aku sudah lama tak hidup, sudah lama aku di timbun tanah, berjumpa dengan malaikat munkar nakir, ditanya macam-macam, merasakan pedihnya maut, ditampakkan siksaan dan nikmat kubur, dihilangkan nafsuku, dimurnikan jiwaku, ditenagkan hatiku, sibukakan hakikat yang selama hidup dulou tersembunyikan; dan sekarang aku ada dalam tubuh ini untuk merasakan kembali hidup;
orang yang tubuhnya kupinjam ini, tadi bilang ingin tahu apa yang akan dilakukan seandainya orang yang sudah mati diveri kesempatan untuk hidup lagi,,,, dan inilah yang akan kulakukan:
ternyata memang sama dengan yang akan kulakukan: mencari masjid/mushola!
aku berjalan menyusuri lorong gang menuju jalan besar, dikiri kanan kulihat manusia, maksudku manusia yang sedang hidup di dunia, ada anak kecil yang bermain ayam jago, tukang becak menunggu penumpang, pekerja dengan pakaian rapi berjalan tergesa-gesa, batinku berkata, ada pekerjaan sungguh teramat sangat penting yang harus dilakukan lebih uatama dari semua yang kalian lakukan! kemudian aku sampai di jalan besar, mobil,motor, becak lalu lalang dengan frekuensi tinggi, banyak sekali manusia dengan aktivitasnya masing-masing, tapi kukatakan pada mereka: ada pekerjaan yang harus dilakukan, bahkan oleh kalian yang masih hidup, jka kalian menyadari pentingnya pekerjaan ini jika kalian sudah mati; aku kembali merasakan sengatan panas mathari, kembali menghjirup udara, kembali melihat kehidupan, tai yang lebih penting dari itu semua adalah aku dapat kembali melakukan yang akan kulakukan;
kemudian aku kembali masuk kedalam kantor, mengambil air wudhu, dan betapa nikmatnya kulakukan ini:
takbiratul ikhram, ruku, sujud, hingga salam kulakukan, seolah semua yang seharusnya kulakukan telah aku lakukan; maka aku kembali pergi ke tempastku seharusnya!
Pak Nurhid direktur Ises consulting memberi tahu bahwa pak Eko yang dari jam delapan tadi kami tunggu telah datang, kemudian kami berngkat ke gunung kidul melakukan tugas tertenti. dari dalam mobil, aku melewati gang yang tadi kulewati, ada sesosok yang melambai sebelum akhirnya dia memmasuki area pemakan itu, dan kembali tenggelam dalam makam~
