tulisan ini terinspirasi dari penampilan fragmen “tikungan iblis” yang ditampilkan teater dinasti malam kemarin di acara maiyyah. Memang hanya 3 adegan dari 10adegan (kalo gak salah) yang akan ditampilkan tanggal 23 agustus 2008 pkl 20.00 di concert hall (samping shopping deket psr beringharjo), tp ckp memancing nalar berpikir dan memformat ulang frame tentang setan dan iblis. Wacana ini memang obyek yang sangat menarik terutama masa2 pencarian dan jahiliyah dulu, karena pemahaman akan ini mengantar pada kesadaran untuk apa manusia hidup di dunia, siapa sebenarnya manusia, apa yang seharusnya dilakukan manusia? dan ini adalah teramat sangat menarik buatku.
Beberapa point yang masih ingat:
1. bahwa iblis tidak dalam suatu posisi sementara Tuhan di posisi lain, tapi Tuhan berada di puncak posisi dan dibawahnya ada semua makhluk ciptaan-Nya : Manusia, Iblis, malaikat, hewan dan alam semesta. Hal ini menggugurkan pandangan orang yang menaruh iblis di satu sudut dan Tuhan di sudut lain; saya sangat setuju dengan ini, karena mana mungkin iblis (makhluknya Tuhan) koq bersaing dengan Tuhan yang menciptakannya; lalu bagaimana posisi malaikat, iblis dan manusia?
2. Malaikat vs Iblis? BUKAN! mereka tidak bertanding/bermusuhan (ini versi penulis naskah = Cak Nun). Disampaikan dalam fragmen itu, bahwa sepanjang penciptaan hingga sekarang tidak ditemui iblis dan malaikat berantem; karena settingnya memang bukan seperti itu Tuhan menciptakan mereka, kenapa? karena Tuhan menciptakan manusia! Lho koq bisa? Inilah menariknya:
3. Manusia berbuat jahat karena iblis? TIDAK! kasihan iblis jadi kambing hitam; tokoh iblis dalam fragmen itu menyampaikan 6 hal, anghka 6 dalam hal itu adalah angka iblis; penafsiranku semacam 6 hal yang ingin disampaikan iblis sebagai unek2 pembelaannya karena dirinya-iblis- dijadikan kambing hitam atas kerusakan, kejahatan dan kekacauan di muka bumi;
sebenarnya masih ada beberapa lagi, tapi kupikir itu hal besar yang patut kucari jawaban dan kebenarannya sebagai pencerahan; maka beradagio menemukan kerinduannya disini:
1. posisi malaikat, iblis dan manusia? sebelumnya aku pernah beranggapan posisi teratas adalah malaikat, karena dia selalu taqwa; posisi kedua adalah manusia, karena dia bisa taqwa bisa juga ingkar; posisi ketiga adalah iblis, karena dia selalu ingkar; tapiiiiii, ups aku keliru: saat mengetahui bahwa pada awal penciptaan manusia, malaikat disuruh sujud pada manusia (adam);so, manusia naik peringkat podium pertama makhluk terdekat dan termulia dihadapan Tuhan; lalu bagaimana malaikat dan iblis(kayak judulbukanya Don Brown)? siapa yang ada diperingkat dua? ada yang mengatakan iblis di posisi kedua, karena dia adalah malaikat yang paling taat pada Tuhan. dia malaikat, karena dia ikut diperintah untuk sujud pada adam, dimana perintah dari Tuhan adalah untuk malaikat, dan dia adalah malaikat paling taat pada Tuhan karena dia hanya mau menyembah Tuhan; ini dimuntahkan oleh pendapat yang mengatakan bahwa perintah ‘sujud’ dalam perintah itu bukanlah sujud ‘menyembah’, tapi sujud penghormatan. pendapat lain mengatakan malaikatlah yang ada diposisi kedua, sementara iblis peringkat tiga, karena malaikat selalu taqwa pada Tuhan, sementara iblis selalu ingkar, tapi hal ini kusangkal sendiri karena….(dibagian akhir tulisan ini sajah);
2. Malaikat vs iblis? malaikat di sudut biru dan iblis di sudut merah, keduanya bertarung dalam arena kehidupan; BUKAN! ternyata tidak seperti itu, kita dapati malaikat dan iblis tidak pernah adu pukul, seolah saja kita melihat mereka beradu mulut, sebenarnya itu hanyalah akting mereka di depan kita manusia (menurutku sih); jika kita amati seksama, ternyata mereka tidak bertarung dengan siapa-siapa, masing-masing hanya menjalankan tugasnya sendiri-sendiri; lha wong malaikat tempatnya memang di surga, dan sampai ditetapkan kapanpun di surga; Setan juga sudah ditetapkan di neraka dan akan abadi di neraka; so, mereka sudah mendapatkan ketetapannya yang abadi, Trus? terus yang bertarung siapa?
3. Manusia bertarung dengan dirinya sendiri, tidak bertarung dengan Iblis, Iblis ngapain bertarung sama manusia? lha wong menang – kalah dia tetep akan abadi di neraka koq; ada po penjelasannya kalo iblis menang trus nanti di akhir zaman dan dikehidupan abadi dia di hadiahi surga??? haheho, kagak ada ceritanya tuh, so= yang bertarung adalah : MANUSIA dalam arena kehidupan dalam tenggat waktu selama manusia hidup di dunia; berkaitan dengan kalimat diatas:jangan jadikan iblis sebagai kambing hitam! ingat kejadian di surga, memang iblis menggoda adam, tapi keputusan terakhir tetap di adam apakah akan memakan buah kuldi atau tidak, jika tidak karena KEINGINAN HIDUP ABADI seperti yang dijanjikan iblis, maka tidak seharusnya adam memakan buah kuldi tersebut; coba pikir, apakah ada malaikat yang tergiur oleh godaan setan? tidak ada! so, manusia berbuat jahat, tetap kesalahan ditimpakan pada manusia karena dia punya dua potensi: taqwa dan ingkar:
“dan Kami ilhamkan kefasikan dan ketaqwaan”
karena kita masih bertarung dengan diri sendiri, so:= manusiaditangguhkan dari penyerahan piala posisi pertama, menunggu proses pertarungan itu selesai. Jika manusia menang, dia tetap diposisi pertama mengalahkan malaikat, karena: mmanusia bisa bertaqwa dalam keadaan punya potensi dan kemungkinan untuk ingkar, tapi malaikat bertaqwa karena dia tidak punya potensi dan keinginan untuk ingkar, so jika manusia dalam pertarungannya hidup didunia digunakan untuk beribadah, mengabdi dan menyembah pada TUhan, maka dia dinobatkan sebagai juara pertama dan mendapat hadiah surga;
tapi jika selama hidupnya dia kalah dalam pertarungan dengan dirinya sendiri, dia mengikuti hawa nafsu, dia melupakan dirinya sebagai Hamba Tuhan, sebagai Abdi yang seharusnya mengabdi dan berbakti, taat dan menyembah kepadanya, maka dia tidak layak lebih tinggi dari iblis, tapi dia ada di bawah iblis, karena: iblis ingkar karena dia memang hanya punya potensi itu, tapi manusia koq bisa-bisanya ingkar padahal punya potensi taqwa? disinilah manusia merosot lebih hina dari malaikat bahkan lebih rendah dari iblis; bahkan dalam akhir fragmen itu, ucapan iblis adalah bahwa sesungguhnya dia adlah makhluk yang sangat takut pada TUhan, sehingga dia rela dan patuh atas semua ketetapan Tuhan, termasuk ketika Tuhan menetapkan agar iblis abadi di neraka, nah loh?! ikhlas mana kita dnegan iblis???heheha
ada masalah yang belum selesai, yaitu tentang setan dan iblis, penjelasan cak nun di maiyyah masih bermasalah buatku lho,karena:
iblis di peringkat dua, adalah:skenario di balik layar, dibelakang panggung yang disaksikan dan diketahui manusia, bahwa Tuhan telah menciptakan iblis kodratnya adalah ingkar, maka ketika turun perintah padanya untuk sujud, maka sesuai kodratnya dia membangkang, dan itu adalah wujud mengikuti kodrat penciptaannya.
kerancuan iblis dan setan mungkin karena harfiah dan pelafalan saja, tapi bisa jadi hakikatnya memang berbeda dan bagaimana membedakannya?
bisa jadi salahsatunya karena ini, aku harus nonton pementasan teater dengan judul “TIKUNGAN IBLIS” yang akan digelar tgl 23 agustus nanti; moga-moga aja gak berbenturan ma jadwal ujian pendadaran, kalo berbenturan? hehehe, jadilah manusia B I J A K~



7 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
22 Agustus 2008 pada 5:41 pm
sigid
weekks ikutan nonton akh
lama ga klangenan lihat teater
29 Agustus 2008 pada 2:56 am
imamlab
setan apa sama dengan iblis? gitu kan masalah yg belum jelas.
loh kalau sama rasanya janggal, coba kita runut bareng ya mas.
periode 1
ketika Iblis disuruh sujud kepada Adam bukankah si Iblis ingkar?
kemudian Tuhan mengusir Iblis keluar dari Syurga.
periode 2
ketika Adam dalam Syurga digoda oleh syaitan akhirnya makan buah.
nah lho,,, kalau yg menggoda Adam adalah Iblis, lah koq bisa wong Iblis sudah diusir dari Syurga,,, karena ndak mau sujud kepada Adam kan,, he…he…
pertanyaan selanjutnya,,
kalau ternyata Iblis lah yg menggoda Adam dalam syurga, maka sebenarnya kita menganggap Iblis diusir dari syurga tetapi masih bisa ke syurga yang lain, nah koq begitu, lah iya buktinya si Iblis masih bisa masuk syurga tempat Adam tinggal yg kemudian menggoda Adam kan?
he…he..
jadi menurut saya Iblis beda dengan syaitan, Iblis adalah jenis Jin yg ingkar, sedang syaitan adalah suatu sifat buruk /negatif pelengkap dari sifat baik yang ada pada manusia, artinya sifat baik dan buruk pada manusia itulah yg sedang bertarung (manusia vs manusia)
dan ini juga sinkron ketika Tuhan akan mencipta manusia ”diprotes” oleh Malaikat, ya Tuhan kenapa Engkau mau menciptakan manusia yang akan bikin pertumpahan darah dan kerusakan di muka Bumi?
apa jawab Tuhan,,, kalian tidak mengetahui,
nah kan kayanya sesuai tuh sama bagian atas tulisan sampean..he..he..
1 September 2008 pada 4:11 pm
matituaku
@ sigid :
“weekks ikutan nonton akh”
jadi nonton gak mas sigid?
@imamlab:
“Iblis adalah jenis Jin yg ingkar (1),
syaitan adalah suatu sifat buruk /negatif pelengkap dari sifat baik yang ada pada manusia,(2)”
dijudul harusnya nambah satu lagi ya? ::: JIN
pendapat mas imam no (1), pernah juga jadi pendapatku mas, tapi kemudian = kalo iblis adalah jenis jin, berarti iblis juga kena ayat :”dan tidaklah Kuciptakn jin dan manusia melainkan untuk menyembah kepadaKu”, yang berarti Iblis juga punya potensi taat, dan ada kemungkinan balik lagi ke surga?
pendapat mas imam no (2), juga pernah jadi pendapatku, juga adalah jawaban salah seorang ustadz yang kutanyaken ttg hal ini, tapi kemudian ustadz lain menyangkalnya: bahwa syaithan adalah makhluk,,,?
makasih pandangannya mas~
1 September 2008 pada 10:16 pm
Tikungan Iblis « m4t d4y4t
[...] – Iblis tidak punya kepentingan berbuat jahat; Ini sesuai dengan postingku sebelumnya. [...]
9 November 2008 pada 12:53 am
imamlab
Assalaamu ‘alaikum, kabar baik-baik…
(1) iya iblis dari golongan jin (al-kahfi :50)
Iblis diciptakan dari api (al a’raf :12) (shad :76)
Jin diciptakan dari api sangat panas (al hijr :27) atau
Jin diciptakan dari nyala api (ar rahman :15)
(2) iya tidak salah syaitan dikatakan makhluk
bukankah semua selain ALLAH adalah makhluk ciptaannya?
17 Desember 2008 pada 10:30 pm
adi
“TIKUNGAN IBLIS” 30 Desember 2008
TEATER DINASTI bersama
Emha Ainun Nadjib, Novia Kolopaking dan Kiai Kanjeng
mempersembahkan:
Pentas Kebahagiaan Keluarga Teater Dinasti ‘TIKUNGAN IBLIS”
Pada 30 Desember 2008, Pukul 20.00 WIB,
Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta
Jl. Cikini Raya No. 73 Jakarta Pusat
PESAN SEKARANG – TIKET TERBATAS
Informasi dan Reservasi :
TICKET BOX:
Gedung APHI Lt.3
Jl.Pasar Minggu Raya 1B
KM.17.7 Jaksel
Ph. 021-237 22707
Roni: 0818 0809 8811
Adi : 0818 217 616
Festival: Rp. 50.000,-
VIP: Rp. 75.000,-
VVIP: Rp. 125.000,-
http://tikunganiblis.kenduricinta.com
http://www.tikunganiblis.com
Pementasan ini tidak menyebut dirinya “Pentas Teater” melainkan “Pentas Kebahagiaan Keluarga
Dinasti”. Maksudnya kegiatan “Tikungan Iblis” bukan terutama kegiatan eksklusif kesenian,
melainkan pendayagunaan kesenian untuk mengabdi kepada kemanusiaan, persaudaraan dan
kemesraan sosial yang lebih multi-dimensional dibanding sekedar sebuah eksistensi pementasan
teater.
Penulis Naskah Emha Ainun Nadjib, Tim Sutradara Jujuk Prabowo, Fajar Suharno.
Parampara/superviso r/kontributor gagasan: Emha Ainun Nadjib, Indra Tranggono, Simon Hate,
Toto Rahardjo, Fauzie Ridjal, Penata Musik Bobiet Santoso Art Director/Multimedia Ipung Way
Ming
Para Pemeran: Joko Kamto (Smarabhumi/ Ibllis), Novia Kolopaking (Siti Majnunah), Novi
Budianto (Prawiro), Setheng (Prawijo), Chithut DH (Prawito), Kumbo Makumbo (Prawidi), Joko
Kusnun (Prawikun), Fajar Suharno (Maula Hasarapala), Bambang Sosiawan (Maula Hajarala),
Tertib Suratmo (Maula Jabarala), Untung Basuki Maula Makahala), Jujuk Prabowo (Khabil),
Jijit (Qabil), Jemek Supardi (Tapel), Agung Gareng (Tapel), Toro Marhen (Tapel), Irfan
(Tapel), Whieka M (Tapel), Rina (Tapel), Delvi (Tapel), Delina (Tapel), Riska (Tapel), Ve
(Tapel), Shelly (Tapel), Ratri (Tapel). Pemain Anak-anak : Hayya, Jembar, Dimas, Tido,
Lintang, Krisna
Tim Produksi: Pimpinan Produksi : Ahmad Syakurun Muzakki Manajer Produksi: Eko Nuryono
Bendahara : Muh Zaenuri Seksi Publikasi : Helmi Mustofa, M. Sholahuddin Seksi Transportasi :
Agus Santoso Seksi Perlengkapan : Godor Widodo Seksi Keamanan : Rahmat Mulyono Seksi Latihan
: Jujuk Prabowo
25 Desember 2008 pada 11:40 pm
matituaku
ini dia,,, informasi lebih lengkapnya,,,