You are currently browsing the monthly archive for Agustus 2008.

Tiga kali bolak-balik masuk Jogja Muslim Fair, ada beberapa hal yang menarik:
1. Baju Gamis Warna Biru.
2. Stand-stand Bank Syariah, secara aku tertarik kerja di Bank Syariah.
3. Stand BMT Al-Ikhlas, secara BMT Al-Ikhlas erat kaitannya dengan ISES Consulting.
4. Al-Quran terjemah
Al-Quran terjemahan perkata tiap baris. dengan ukuran besar, terjemahannya per kata, dan diletakkan perbaris pula, baru pertama kulihat Al-Quran seperti itu. Karena tertarik maksudnya mau beli, tapi karena duit gak cukup, niatnya besok2 lagi, ehhh ternyata habis, and harus pesen dulu…
5. Jogja English Dormitory
Dalam brosurnya tertulis: “Satu-satunya asrama bahasa Inggris Intensif terbesar di Yogya dimana semua siswa akan mempunyai partner dan akan berbahasa inggris selama 24jam (English Zone 24hours). Dibimbing dan diawasi instruktur berpengalaman dengan materi tambahan yang atraktif dan beragam. Biaya asrama perbulan Rp 80.000/ Rp 100.000 sementara biaya kursus variasi tergantung level dan jenis kursus mulai Rp 75.000 hingga Rp 200.000 (High Quality, High Facility & Low Cost).
Informasi tambahan dari mas Ferdy. public relations-nya JED: Tiap pekan ada acara out bond/ jalan bareng kesuatu tempat yang banyak turisnya untuk melatih conversation, rumah yang di kontrak sebagai asrama:300jt pertahun and ada program ramadhan.
6. Raztel Quran Phone
Melewati stand Fahima, tempat ustadz Syafii bekerja, aku ketemu ustad Ismail, menantunya ustadz Lasiman. Karena kenal baik, kami ngobrol sebentar dan langsung dia perkenalkan Handphone baru: “Handphone Islami” katanya. dalam brosurnya tertulis:
“HPnya para alim ulama, Santri, Dosen, Guru, Mahasiswa, Pelajar, Aktivis Islam, Pebisnis dan orang-orang bergengsi. Dengan Fitur2 sbb:
- Fitur Aplikasi Keislaman:
a. Al-Quran digital lengkap 114 surat.
b. Waktu shalat dengan alarm suara adzan
c. Arah kiblat dari kota besar dunia
d. Tafsir Al-Jalalain
e. Hadits Bukhari dan Muslim
f. Panduan Haji dan Umrah
g. SMS tulisan Indonesia dan Arab

- Fitur Mobile Phone
a. Dual Band GSM 900 DSC 1800
b. Dua kartu siaga
c. Layar Sentuh
d. Kamera 1,3 megapixel
e. Perekam video dan audio
f. Memori eksternal
g. MP3 dan MP4
h. Radio FM dan Bluetooth. “

Harganya: Rp 1.500.000

And katanya lagi, barangnya lagi abis, coz bawa 40 habis semua jadi kalo mau pesen dulu; nah pas liat daftar tamu, banyak juga yang pesen; jadi tertarik, mana HP-ku sekarang masuk kategori produk yang harus diboikot. Tambah lagi, katanya bakal ada diskon khusus, karena Ustadz Ismail bertindak sebagai distributor diatas agen, tambah pula aku ditaarkan jadi agen, sooooo :”Ayo, ayo, sapa mau beli? HP Islami! dengan fitur-fitur yang luar biasa dan harga sangat terjangkau! Dibeli-dibeli!!!”
7. Hal menarik ketujuh yaitu,,,,, ….
hal menarik yang ketujuh adalah,,,,…
akhirnya, hal menarik ketujuh jatuh kepada:::

AKHWAT-AKHWAT yang cakep-cakep dan shalihah-shalihah!!! (Halah-halah,,, GUBRAK)~

Dari jauh hari sebelum pulang kampung, memang sudah direncanakan pingin nonton konser Nasyid. Tadinya kukira malem minggu, tapi ternyata bukan, mungkin malem senin, ternyata bukan juga, yang bener minggu dari jam 9 pagi, sampai jam tiga. Aku berangkat ba’da Dzuhur, sekalian privat programming persiapan pendadaran, sekaligus ke Jogja Muslim Fair 2008. Sampai di Masjid Kampus, dibagian dalam banyak orang, dalam hati:”Masa konser Nasyid di dalam masjid?” Oooh, ternyata ada resepsi pernikahan. Berjalan ke sebelah selatan masjid, melewati bazaar foto yang juga di lelang. Terus sampe deh ke bagian bawah tangga di depan panggung.


Waktu sampai didepan panggung, ‘Fatih’ adalah grup Nasyid yang sedang beraksi menunjukan kebolehannya. Setelah Fatih membawakan dua lagu, MC masuk dan cuap-cuap, kemudian dipanggillah : IZZATUL ISLAM! Dalam hati juga:” Wuih, akhirnya ngeliat langsung juga, secara selama ini cuma liat lewat video klip ‘Jalan Juang’ yang jadi theme song ngerjain skripsi.” Kesannya ternyata lain antara nontin video klip dan ngeliat langsung,,, ya iyalahhh, secara penampilan live mereka lebih berwibawa, elegan dan mempesona gitu loh. Mantep dehhhh. Pas lagi nikmat-nikmatnya lah koq mereka undur diri sementara digantikan Nasyid lain yang tidak kalah hebatnya. Terus acara dipending shalat Ashar. Rencananya seh, jam tiga ada janjian buat privat, beruntungnya koq tentornya minta diundur, jadi gak tega ninggalin Izzatul Islam yang janjinya mau nyanyiin ‘Sang Murabbi’


Selesai shalat Ashar, makan dulu, trus balik lagi, dan tepat Izis naik panggung, dan beralunlah ‘Sang Murabbi’, ‘Doa Rabithoh’, ‘Duka Palestina’, ‘Panglima Perang’, ‘Pasukan Gajah’ dan banyak lagi lagu lainnya. Puassssss duech.


Diantara satu lagu kelagu lainnya, diselingi guyonan yang menunjukkan bakat mereka buat ngelawak. Juga diisi pelelangan VCD dengan tanda tangan mereka semua, dibuka 25rb, akhirnya laku 150rb. Juga dilelang foto dua anak kecil yang memegang foto Syekh Ahmad Yasin yang dibuka dengan harga 300rb dan laku seharga 550rb. Yang janggal yaitu setiap menghitung waktu mundur untuk menutup harga lelang, dihitung sampai delapan. Personil lain juga memancing peserta untuk menawar harga yang mengandung angka delapan: 408rb, 418rb, 480rb; dalam hatiku lagi:”semoga gak ada hubungannya dengan nomor urut partai peserta pemilu” walau mungkin semoga-ku bukanlah kenyataan. Selepas acara, kumenuju ke Mandala Bhakti Wanitatama lokasi pelaksanaan Jogja Muslim Fair 2008.~

Senin, 11 Agustus 2008 ceritanya baru pulang kampung bareng Fauzan yang silaturahmi ke saudaranya di Banjar Patroman. Rencananya hari selasa ( 12 Agustus 08 ) mau jalan-jalan ke pantai Trisik sekaligus main ke lokasi KKN Ananto teman sekamarku, tapi  karena gak tahu tempat dan jalan, maka urung dilakukan. Lha koq hari kamis, menjelang Dzuhur, Ananto datang dari Lokasi KKN-nya. Setelah diinterogasi, katanya mau segera balik lagi sekitar jam 2 siang. Yaudah, langsung aja dikoordinasikan, singkat cerita berangkatlah Aku, Ananto, Udig, Fauzan, Abul dan Eko.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 40-50 Km, sampailah kami di lokasi KKN Ananto di tepi Sungai Progo sekitar jam setengah empat. Setelah shalat Ashar dan mampir di Posko, kami menuju pantai. Setelah sampai di bibir pantai, Ananto balik lagi ke lokasi karena harus ngajar TPA, dan kami segera tak terkendali untuk menikmati keberadaan kami menginjak butir-butir pasir lembut diirngi debur ombak dan tatapan matahari senja yang menatap kami malu-malu.


Sekitar jam lima Ananto muncul lagi, kemudian kami berpindah tempat menuju muara sungai Progo. Disana ada semacam pondasi untuk membangun jalan sampai memecah ombak. Disitulah kami berpelukan dengan angin laut sore yang erat memeluk kami, sementara ombak tampak seperti gadis yang cinta mati ingin memeluk kami tapi tak pernah kesampaian karena beton-beton yang gagah melindungi kami. Disinilah aku berteriak sesuka-sukanya sampe seolah seisi tenggorokan keluar walau pita suara seperti pecah pecah belah. Sok jadi Fandy dalam film ‘Kiamat Sudah Dekat’ saat adegan di pantai dan berteriak:


“Allah, aku tidak meragukan kekuasaan-Mu, ombak di lautan-Mu yang tenang ini bisa seketika kau buat menjadi ombak yang besar dan menenggelamkan segala yang terapung diatasnya, aku tidak meragukan-Mu, bahkan bila Kau berkehendak Engkau juga bisa membuat matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur, tidak ada yang sulit buat-Mu Allah, jadi apa susahnya Engkau melumerkan kekerasan hati -tuuuuuuutttt- (disensor) dan menjodohkanku dengannya, please Allah, please,,, (kemudian hening sejenak, suara ombak  menghempas karang mengambil alih, dengan ketundukan  hati,,,) please!”


Bisa jadi karena aksi teriak-teriakan ‘obsesi artis’ ini, maka suaraku sempat menghilang bahkan hingga tadi sore waktu pendadaran, suaraku masih serak-serak basah. Pendadaran? Yah, ketahuan deh kenapa postingnya jadi telat~

Language

 

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Photos

More Photos
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.