(7/8 08 ) Beberapa saat yang lalu baru pulang dari nonton bareng film “Sang Murabbi” di Wana Bakti Yasa deket mandala krida, yang diadakan oleh Pemuda KEadilan. Buatku ini adalah acara nonton bareng dengan penonton terbesar, mpe ratusan (mungkin jg nyampe 1000) orang. Ini juga pertama kali, nonton film diawali baca ayat suci al-quran, kampanye salah satu caleg + taujih dari Ust Sumiyanto.
Selepas bada isya, gedung langsung dipadati pengunjung, antrian bermeter-meter hingga panitia membuka pintu masuk tambahan di sebelah barat. Didalam ruangan, ikhwan dan akhwat (boy & girl / cwe &cwo ) duduknya di pisah. Dengan jumlah peserta yang begitu banyak tapi tetap tertib dan sopan, menunjukkan kedewasaan para penonton. Setelah rangkaian acara pembukaan dan pengantar, pada awal penayangan sempat terjadi beberapa trouble bahkan penayangan sempat terhenti, tapi penonton yang jumlahnya ratusan itu, tetep menunjukkan kedewasaan, walaupun sempat terdengar suara “huuuuu,,,,” yang tidak begitu banyak, tapi justru didominasi suara tepukan tangan yang terasa lebih bersahabat.
Bahkan diakhir acara, setelah pemutaran film berakhir, dan sebagian penonton bermaksud pulang, tapi saat panitia mengingatkan ada acara lagi yaitu doa, penonton tetap tertib dan kembali duduk untuk mengikuti acara sampai benar-benar tuntas, salute dech, untuk kedewasaanya,,,
Acara nonton bareng ini, juga adalah acara nonton bareng yang ‘hidup’ (lagi-lagi menurutku sech,,,,); begitu film ditanyangkan, apresiasi bahkan sudah diberikan dengan tepukan tangan dari penonton, hampir setiap adegan yang memancing tawa, selalu terdengar tawa dari sebagian penonton,termasuk saat astri ivo pertama kali muncul; memang seh sebagian besar yang hadir pemuda and belum nikah pula, jadi maklum, sensi ama hal kayak gituan (lho perasaan diksiku terpengaruh gaya bahasanya ust rahmat ya??? hehehe kagak apalah);
terlalu banyak nilai yang bisa diambil dari film ini untuk dituangkan dalam tulisan ini, tapi beberapa yang sempat teringat:
- saat yst rahmat abdullah menasihati adiknya dengan kata-kata: “kandangin juga nafsu lho”; juga pesan yang lain: dua hal yang harus dilupa dan dua hal yang harus diingat, dua hal yang harus dilupa yaitu perbuatan baik kita sama orang lain, dan perbuatan buruk orang lain pada kita, dua hal yang harus diingat yaitu perbuatan buruk kita sama orang lain dan perbuatan baik orang lain pada kita; pesan ini mengindikasikan yang kebanyakan dan sering kita lakukan adalah sebaliknya,,,
-
miskin azam: banyak orang yang takut miskin dan terjebak materialisme berlebihan, tapi lupa pada kemiskinan sejati yaitu kemiskinan azzam yang justru berpeluang besar menghancurkan
atau minimal mengkerdilkan faedah hidup seseorang.
- anjing dan cincin; kalo ada cincin di dekat manusia, tentu manusia akan mengambil, menghargainya; tapi letakkan cincin itu disamping anjing, ia akan cuek saja, bahkan bila di sandingkan dengan tulang, anjing lebih memilih tulang daripada batangan emas sekalipun; jika cincin adalah agama yang merupakan kunci kesuksesan dan kebahagiaan dunia akhirat, dan tulang adalah hawa nafsu manusia, maka manusia- manusia banyak yang seperti anjing (lho jadi kasar ya???), emang gitu seh, habisnya banyak orang yang mencampakkan agama melupakan tuhan dan menjadi budak nafsu, naudzubillahi min dzalik;
- cinta dakwah: banyak orang yang berdakwah, tapi berapa banyak yang benar-benar mencintai dakwah? karena cinta menghasilkan ketulusan dan keikhlasan, pengorbanan, perjuangan. bahkan rela mengesampingkan cinta-cinta lain, cinta dunia, cinta nafsu, cinta pujian, cinta harta, cinta jabatan yang sekarang ini justru itulah yang dipertontonkan banyak pejabat di negeri ini;
- kematian hati:ada orang mati yang terus ‘hidup’, tapi ada orang yang masih hidup tapi ‘mati’; jika orang mati yaitu ketika arwahnya berpisah dengan jasadnya, maka saat itu catatan amalnya tertutup kecuali tiga hal, dan dia tinggal menunggu hisab, tapi orang yang hidup, masih menuliskan catatan amalnya selama jasadnya masih bernyawa; orang yang sudah mati bisa tetap ‘hidup’ ketika kehidupannya memberikan makna, arti dan manfaat pada kehidupan setelah hidupnya berakhir; tapi orang hidup ada yang mati, mati hatinya, yang jika tidak dihidupkan hati itu, maka hidupnya hanya menambah catatan buruk amalnya; ust rahmat abdullah menyampaikan bahwa dalam nisan kita akan ada minimal tiga baris: nama kita, tempat tanggal lahir kita dan kapan kita wafat; tapi kehidupan akan mencatat pengaruh hidup kita, apakah lebih banyak dari sekedar catatan di nisan kita, atau bahkan lebih sedikit; apakah nama kita akan terhapus setelah nama di nisan kita terhapus cuaca terik matahari dan hujan, atau sejarah akan mencatat nama kita sebagai bagian yang patut dikenang dan diabadikan;
itu hanyalah sebagian yang tertangkap dan kebetulan masih ingat, tentu akan lebih banyak lagi yang bisa didapat setelah menonton dan menghayati lebih dalam, menyimak lebih seksama dan meresapi dengan sepenuh hati; alhasil film ini menduduki tangga teratas film indonesia favoritku menggeser film favorit sebelumnya seperti cut nyak dien, fatahillah, kiamat sudah dekat dan ayat2 cinta (setelah kebangkitan kembali perfilman indonesia yang ditandai dengan film petualangan sherina, coz sebelum itu, gak banyak tahu) ;~




1 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
1 September 2008 pada 10:56 pm
DERAP (Dari Indonesia Untuk Rakyat Palestina) « m4t d4y4t
[...] Waktu sampai didepan panggung, ‘Fatih’ adalah grup Nasyid yang sedang beraksi menunjukan kebolehannya. Setelah Fatih membawakan dua lagu, MC masuk dan cuap-cuap, kemudian dipanggillah : IZZATUL ISLAM! Dalam hati juga:” Wuih, akhirnya ngeliat langsung juga, secara selama ini cuma liat lewat video klip ‘Jalan Juang’ yang jadi theme song ngerjain skripsi.” Kesannya ternyata lain antara nontin video klip dan ngeliat langsung,,, ya iyalahhh, secara penampilan live mereka lebih berwibawa, elegan dan mempesona gitu loh. Mantep dehhhh. Pas lagi nikmat-nikmatnya lah koq mereka undur diri sementara digantikan Nasyid lain yang tidak kalah hebatnya. Terus acara dipending shalat Ashar. Rencananya seh, jam tiga ada janjian buat privat, beruntungnya koq tentornya minta diundur, jadi gak tega ninggalin Izzatul Islam yang janjinya mau nyanyiin ‘Sang Murabbi’ [...]