Dari jauh hari sebelum pulang kampung, memang sudah direncanakan pingin nonton konser Nasyid. Tadinya kukira malem minggu, tapi ternyata bukan, mungkin malem senin, ternyata bukan juga, yang bener minggu dari jam 9 pagi, sampai jam tiga. Aku berangkat ba’da Dzuhur, sekalian privat programming persiapan pendadaran, sekaligus ke Jogja Muslim Fair 2008. Sampai di Masjid Kampus, dibagian dalam banyak orang, dalam hati:”Masa konser Nasyid di dalam masjid?” Oooh, ternyata ada resepsi pernikahan. Berjalan ke sebelah selatan masjid, melewati bazaar foto yang juga di lelang. Terus sampe deh ke bagian bawah tangga di depan panggung.


Waktu sampai didepan panggung, ‘Fatih’ adalah grup Nasyid yang sedang beraksi menunjukan kebolehannya. Setelah Fatih membawakan dua lagu, MC masuk dan cuap-cuap, kemudian dipanggillah : IZZATUL ISLAM! Dalam hati juga:” Wuih, akhirnya ngeliat langsung juga, secara selama ini cuma liat lewat video klip ‘Jalan Juang’ yang jadi theme song ngerjain skripsi.” Kesannya ternyata lain antara nontin video klip dan ngeliat langsung,,, ya iyalahhh, secara penampilan live mereka lebih berwibawa, elegan dan mempesona gitu loh. Mantep dehhhh. Pas lagi nikmat-nikmatnya lah koq mereka undur diri sementara digantikan Nasyid lain yang tidak kalah hebatnya. Terus acara dipending shalat Ashar. Rencananya seh, jam tiga ada janjian buat privat, beruntungnya koq tentornya minta diundur, jadi gak tega ninggalin Izzatul Islam yang janjinya mau nyanyiin ‘Sang Murabbi’


Selesai shalat Ashar, makan dulu, trus balik lagi, dan tepat Izis naik panggung, dan beralunlah ‘Sang Murabbi’, ‘Doa Rabithoh’, ‘Duka Palestina’, ‘Panglima Perang’, ‘Pasukan Gajah’ dan banyak lagi lagu lainnya. Puassssss duech.


Diantara satu lagu kelagu lainnya, diselingi guyonan yang menunjukkan bakat mereka buat ngelawak. Juga diisi pelelangan VCD dengan tanda tangan mereka semua, dibuka 25rb, akhirnya laku 150rb. Juga dilelang foto dua anak kecil yang memegang foto Syekh Ahmad Yasin yang dibuka dengan harga 300rb dan laku seharga 550rb. Yang janggal yaitu setiap menghitung waktu mundur untuk menutup harga lelang, dihitung sampai delapan. Personil lain juga memancing peserta untuk menawar harga yang mengandung angka delapan: 408rb, 418rb, 480rb; dalam hatiku lagi:”semoga gak ada hubungannya dengan nomor urut partai peserta pemilu” walau mungkin semoga-ku bukanlah kenyataan. Selepas acara, kumenuju ke Mandala Bhakti Wanitatama lokasi pelaksanaan Jogja Muslim Fair 2008.~