Senin, 1 September 2008

Spanduk ucapan selamat dah banyak dipasang;

masjid sebelah asramaku juga sudah menambah tenda buatan dari bambu dan seng ubtuk menampung jamaah;

sms ucapan selamat dah pada masuk;

masjid mendadak mengecil karena jamaah yang membludak;

langit malam dihiasi suara rang-orang baca ayat suci, tak seperti biasanya: tadarus pake mic-speaker masjid;

sebelum adzan shubuh, kehidupan dah mulai, lagi-lagi tak seperti biasanya;

warung makan banyak yang buka dini hari, + warung burjo langgananku kehabisan nasi, aku harus makan buryam + Intel;

siang hari ayat suci makin sering dilantunkan oleh banyak orang termasuk bahkan yang sebelumnya jarang berinteraksi dengan kitab suci;

ngomong ghibah dikit, marah dikit, usil dikit, dikit-dikit diingetin: lagi puasa lho, ntar ilang pahalanya….

nggak seh, nggak akan bahas orientasi beribadah, tujuan beribadah untuyk ridha Allah atau untuk pahala dan surga, terlalu panjang nanti neh tulisan;

sebagai balas dendam, sariawanku dah relatif sembuh, niatnya buka puasa pertama kali di sate kronggahan, tapiiiiii: tutup mpe tgl 5 hiks3x, no what2, di masjid tadi dapet buka gratis, yang lauknya juga daging, alhamdulillah;

pulang, niatnya cari Al-Quran terjemah lafzhiah, tapi gak dapet, ad seh di soc**l agency, tapi kalo ke distributor langsung kan harga lebih miring;

lanjut ke shopping cik ditiro, nyari kamus, trus dikasih lihat kamus yang sama kayak yang kulihat di SA, tapi harganya: kalo di SA = 125 (satu biji), disini = 80 (DUA biji), jadi kalo satu bijinya: 40! soal hak cipta, copyright,lisensi kekayaan intelektual; sek-sek-sek, bagi yang meyakini hak cipta hanya milik Allah, tampaknya tak bermasalah yo,,, embat aza;

taraweh? coba di masjid cik ditiro apa ya? maskam aja dech; and tak dinyana, ternyata penceramahnya pak Amien Rais, weleh-weleh, dah takdirnya kupingku harus denger ceramahnya:

“Indonesia terkena kutukan-kutukan: 1. kutukan minyak, 2 kutukan utang, dan 3 kutukan alam:”

1. kutukan minyak dan sumber daya alam, karena Indonesia memiliki sumber minyak, besi, timah, nikel, emas, batu bara dan sumber daya alam lain yang melimpah, tapi itu tidak membuat indonesia SEJAHTERA, KEADILAN yang tidak terwujud menyebabkan negara-negara ‘maling’ mencuri secara kasat mata sumber daya alam negara kita, karena penceramahnya pak amien, harusnya pak amien tadinya menyampaikan bahwa pemimpin NASIONAL seharusnya dapat memegang AMANAT dengan baik (jika kata dengan huruf kapital dirangkai dengan kata: PARTAI, jadi ketahuan maksudnya);

2. kutukan utang, karena utang indonesia sekian ribu-ribu-ribu-ribu-ribu rupiah (ribu-nya kurang gak yah?), menyebabkan Indoensia tidak memiliki martabat yang tinggi dan keberanian seperti malaysia, iran, venezuela, bolivia, dll;

3. kutukan alam, karena Interaksi dengan alam tidak sepadan dengan yang didapatkan dari alam;

“Salah satu langkah yang dapat diambil adalah, mengejawantahkan kemandirian dengan langkah yang radikal, revolusioner,”

“Perjuangan harus selalu ada”

“Suatu saat apabila akumulasi perjuangan amal shalih bangsa Indonesia, telah mendapatkan ridha Allah, InsyaAllah, kun fayakun,, Allah akan memberikan balasan kebaikan dan kebaikan bagi bangsa Indonesia”~