Sabtu, 23 Agustus 2008
Setelah makan di ‘Sate Kronggahan’, trus pulang ke Deha nganter Fauzan. Selesai shalat Isya, aku ma Sulton bersiap berangkat menuju Taman Budaya saat tiba-tiba seorang akhwat mendekat:”Mas, ini ada syukuran dari Irisma (Ikatan Remaja Islam Masjid)”. Sulton makan dulu, bareng yang lain.
7.50 “Ayo berangkat, 10 menit lagi neh,” kataku ma Sulton. Beberapa menit kemudian kami melibas jalanan Yogya. Sampai lokasi telat 10 menit. Kami langsung menuju tempat penjualan tiket.
Sekitar satu meter dari meja panitia, ada calo yang menunjukkan dua buah tiket:”70 ribu mas,” katanya.
Sulton bilang:”Mak, mahal amat, langsung ke panitia aja, masih banyak koq,” sambil menunjuk tumpukkan tiket diatas meja.
“Dua berapa Mba?” kataku.
“Tinggal yang 50 Mas,” kata Mbaknya.
Wuih, aku langsung nyari calo tadi, tapi ternyata dah habis. Weleh-weleh, masa batal nonton gara-gara kehabisan tiket? Mentok-mentoknya beli yang 50 neh, batinku. Celingak-celinguk kayak orang kecopetan, terus aku lihat beberapa panitia yang kukenal, salah satunya adalah koordinator Litbang KMS (Keluarga Mocopat Syafaat) Mas Y. Pada salah satu kesempatan Maiyyah, Cak Nun pernah bilang kalo nih orang Intel (Intelijen maksudnya, bukan Indo*** Telor). Aku pernah sekali rapat bareng mas ini, mudah-mudahan dia masih ingat.
“Ada tiket lagi Mas?” tanyaku.
“Berapa?” tanya dia.
“Dua” kataku.
“Sek tak golekno,” jawab dia singkat dan seolah tak acuh. Melihat sekeliling dan kemudian pergi.
Aku sabar menunggu beberapa menit. Mas Y datang lagi, berdiri disebelahku, tanpa melihat kearahku, dia bilang: “Siapkan uangnya, ketemu di toilet,” kemudian dia berlalu. Aku ikuti dia, ternyata aku gak sendiri, dua orang cewe, dan satu orang lebih tua dariku mengikuti dia. Mas Y masuk toilet diikuti salah satu dari dua orang wanita tadi, dan seorang laki-laki. Kupikir, laki-laki yang ikut masuk toilet ini calo, jadi aku urung ikut masuk. Beberapa saat kemudian wanita dan laki-laki tadi keluar. Mas Y masih di dalam. Setelah agak lama aku masuk toilet, liat sekitar sebentar, dan muncul Mas Y dari salah satu bilik.
“Ada mas?” tanyaku.
“Mana uangnya?” Mas Y balik tanya. Kukeluarkan uang 50rb-an. Mas Y keluarkan dua buah tiket. Kami barter uang dan tiket.
“Saya juga panitia, kalo diluar, gak enak ma calo-calo itu,” kata Mas Y.
“Makasih mas,” jawabku kemudian meninggalkan Mas Y.
Bareng Sulton aku masuk ruangan, ternyata di dalam aku kenal salah seorang panitia yang juga anggota KMS dept Litbang. Dia membantu dengan senternya menerangi jalan dalam ruangan yang gelap + mencarikan tempat duduk kosong, karena lesehan dah penuh. Alhasil, dengan tiket lesehan dapet kursi VIP. Alhamdulillah
Pementasan sudah berlangsung 15 menit. Dari posisiku duduk, sumber suara berasal dari sebelah kiri, sementara panggung terletak di depan kanan, jadi agak kurang klop. Terkadang suara juga tak terdengar jelas, sulit untuk benar-benar memahami setiap ucapan pemain. Aku berharap pada HP-ku, kurekam sesering mungkin, mpe memory habis+ batere hampir habis. Tapi waktu dinyalain dikomputer, tetep aja gak jelas. Jadi cuma point yang inget and kedengeran aja yang ketangkep.
- Iblis tidak punya kepentingan berbuat jahat;
Ini sesuai dengan postingku sebelumnya.
- kekuatan iblis begitu kuat mencengkeram kehidupan umat manusia
Aku lebih sepakat bahwa kekuatan malaikat juga begitu kuat mencengkeram kehidupan umat manusia. Tapi adalah kelemahan manusia yang lebih banyak mengikuti bisikan Iblis.
- Iblis menurunkan derajat manusia
Lagi-lagi aku lebih sepakat manusia-lah yang menurunkan derajatnya sendiri. Turunnya derajat manusia adalah akibat, sementara sebabnya banyak hal, salah duanya yaitu bisikan iblis dan kesalahan manusia sendiri.
-Penciptaan adam, “Manusia itu ini!”
Aku koq kurang sepakat tentang ini ya, manusia itu ya keris dan wadahnya, manusia itu ya jasad dan ruh-nya. Kalo cuma ruh, aku koq lebih setuju kalo itu bukan manusia seutuhnya. Manusia seutuhnya justru terdiri dari jasad dan ruh. Kalo ruh lebih diutamakan dan menentukan kualitas dan derajat manusia, satu hal ini aku sepakat, tapi bukan berarrti dengan menafikkan jasad, maka ruh disebut manusia, sepertinya tak seperti itu.
- Iblis tidak takut kyai tauhid
bahkan dalam salah satu adegan, iblis gak mati ditusuk keris kyai tauhid. Ini diluar dugaanku. Tadinya kuprediksi Iblis bakalan mati ditusuk Kyai Tauhid. Aku sempat protes dalam hati, tapi kemudian kusadari bisa jadi itu memang benar. Waktu adam dan hawa disurga, apakah mereka tidak mengakui bahwa Allah Maha Esa? Bahkan iblis sendiri mengakui dan meyakini bisa jadi justru lebih yakin dari sebagian manusia sekarang, bahwa Allah Maha Esa. So, keris kyai Tauhid memang tak mempan untuk melawan Iblis. Sampai akhir adegan kutunggu siapa yang bakalan mengalahkan Iblis. Tapi ternyata Iblis tak terkalahkan, kecuali bila dirinya mengalah, atau bila Tuhan berkehendak. Kata Iblis:”Setelah Muhammad, tidak ada tantangan lagi, tidak menggairahkan.” Dalam hal ini lagi-lagi aku kaget, masa Iblis tak terkalahkan? Apa pendekar Mukhlis tak dikenal dipementasan ini? Atau memang satria Mukhlis ini gak muncul? Kalo aku sih menjagokan Kyai Mukhlis ini untuk mengalahkan Iblis.
- Iblis mengagumi, mencintai Muhammad
Bagian ini no comment-lah, belum pernah ketemu Iblis langsung seh;
- emprit adalah GARUDA
ini pesen buat bangsa indonesia kali ya,,,, inget mprit- emprit, moyangmu dulu itu: GARUDA yang gagah perkasa melalang buana melintasi angkasa raya, bukannya terkurung dalam sangkar, tak bisa terbang, bahkan hanya bisa menunggu diberi makan seadanya; inget mprit, majikan takdir gak akan terus-terusan memanjakanmu, sebenarnya majikan ntuh nunggu dan mengharapkan dirimu menjadi GARUDA kembali,,, jadi GARUDA,,, GARUDA!
- Satu point lagi yang mengejutkan adalah disebutnya nama Dajjal oleh Iblis.
Tampaknya perlu pementasan lagi dengan judul: “Tanjakan Dajjal” atau “Turunan Dajjal” terus ditutup dengan “Polisi Mahdi”
:>
Btw, nggak nyangka lho, kalo itu Mbak Novia, waktu pertama kali muncul pake dandanan yang norak dan menor gitu, trus nyanyi:”,,,Garuda dianiaya,,,”; baru nyadar pas tampil kedua kalinya pake jilbab dan gamis putih. Suara pas ending-nya ruenyaaah;
Sepulang dari nonton teater, temen-temen dah nunggu di Daaru Hiraa, main badminton. Maka kupacu sepeda motor melibas jalanan Yogya malam hari. Lepas dari pertigaan Gejayan – UNY, kugeber motor diatas 80 km/jam, ketika tia-tiba ada motor didepan motong jalan, dan tabrakanpun tak terhindarkan, hingga harus Operasi dan Amputasi. ~



1 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
1 September 2008 pada 9:46 pm
Iblis, setan, malaikat, Tuhan dan manusia « m4t d4y4t
[...] jadi salahsatunya karena ini, aku harus nonton pementasan teater dengan judul “TIKUNGAN IBLIS” yang akan digelar tgl 23 agustus nanti; moga-moga aja gak berbenturan ma jadwal ujian pendadaran, [...]