You are currently browsing the monthly archive for Februari 2009.

By : Siska Sulistyorini Al-Hidayat, S.Pd.I

“Eh, Eh kamu dapat coklat nggak?” “iya” “Haaa aku juga pengen!!”
Percakapan ini saya sempat dengar saat saya berpapasan dengan beberapa gadis SMU berjilbab di pinggir jalan.

Ya, hari Sabtu esok ini merupakan tanggal 14 Februari yang sudah mulai marak terkenal di Indonesia yakni hari Valentine (Inggris: Valentines’s Day).
Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Momentum ini lalu juga diikuti dengan semarak oleh para muslim tanpa melihat asal-muasalnya. Dan ironis lagi apabila hal ini tetap dilakukan oleh para muslim yang telah tahu tentang valentine, namun hatinya belum terbuka dan ikhlas untuk meninggalkan budaya ini dengan mengetengahkan berbagai alasan. Semoga kita mendapat HidayahNya.

Fenomena di Hari Valentine
Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri yang mempunyai mayoritas penduduk muslim seperti Indonesia.
Menjelang hari Valentine ini, coklat, boneka, bunga, kue dan sejumlah pernak-pernik lain mulai banyak bernuansa pink, merah serta laris manis di pasaran. Tak ketinggalan pula hotel, penginapan, kafe sudah dipesan beberapa hari sebelum hari H tiba juga tak ketinggalan kartu Valentine. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan kartu cinta itu mengawali produksi kartu ucapan secara missal.
Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary”.). The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) juga memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.(wikipedia.com)
Pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.
Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali. (wikipedia.com)

Historitas Hari Valentine

Wahai saudaraku, The World Encyclopedia (1998) mengetengahkan beberapa penjelasan tentang asal dari Hari Valentine.
Awalnya, perayaan Valentine ini berawal dari perayaan Lupercalia yang terwujud dalam rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara rambang dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan objek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda menyentuh (whiplash) setiap orang yang ditemuinya dengan kulit binatang(kambing) dan wanita berebut untuk disentuh karena mereka beranggapan bahwa sentuhan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Kemudian ketika Kristen masuk ke Daerah Romawi, konon Kaisar Claudius yang masih menyembah para dewa dan paganis tidak berkenan dengan penyebaran agama Kristen yang disampaikan oleh Santo Velantino yang pada waktu itu adalah seorang pendeta yang rajin menyebarkan agama Kristen.
Penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998). Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Ada versi yang menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998). Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).

Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

14 Februari 1492 adalah hari jatuhnya Kerajaan Islam Sepanyol. Peristiwa ini kemudian diumumkan sebagai hari ‘kasih sayang’ karena menurut mereka Islam adalah dzalim. Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. (http://tanbihul_ghafilin.tripod.com).
Hari Valentine dalam pandangan Islam
Memang cinta adalah partikel terbesar pembentuk kehidupan. Allah menciptakan kita semua(manusia ) dan alam semesta (sebagai bekal hidup di bumi) karena cinta-Nya yang Maha Dahsyat. Akan tetapi perlu kita dalami bahwa kita harus mengungkapkan cinta pada tempat yang benar atas nama Allah. Artinya, kita mencintai segala sesuatu karena Allah mencintaiya dan mencintainya sesuai dengan petunjuk-Nya dan Rasul-Nya.
Memang keberadaan hari Valentine sebagai symbol dari kasih sayang tidak termaktub secara muhkam di dalam al-Qur’an. Akan tetapi, sebagai muslim yang diberi karunia untuk berpikir dan diberi petunjuk agar berpikir, maka ada banyak sekali ayat yang berlaku umum serta hadis-hadis Rasulullah yang mendukung agar kita tidak melakukan sesuatu yang tidak jelas asal usulnya apalagi membawa banyak kemudhorotan bagi kita.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya” (Al Isra’ : 36)
Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

“Katakanlah (Wahai Muhammad): “jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengetahui.” (Surah Ali Imran: 31).
“Tujuh orang yang dilindungi oleh Allah dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya iaitu: Imam yang adil, pemuda yang selalu beribadat kepada Allah, orang yang hatinya sentiasa terpaut kepada masjid, dua orang yang saling cinta-mencintai kerana Allah, mereka bertemu dan berpisah kerana Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh perempuan yang kaya dan cantik melakukan maksiat, lalu dia berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah,” seorang laki-laki yang sentiasa bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah dinafkahkan oleh tangan kanannya, dan seseorang yang sentiasa ingat kepada Allah (berzikir) di tempat yang sunyi sehingga matanya mengalir air mata.” (Hadis riwayat Bukhari).
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menurut agama mereka (yang telah terpesong itu). Katakanlah (kepada mereka): “Sesungguhnya petunjuk Allah (agama Islam) itulah petunjuk yang benar.” Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau akan peroleh daripada Allah (sesuatu pun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepadamu. Orang-orang yang kami berikan kitab kepada mereka, sedang mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan (tidak mengubah dan memutar-belit maksudnya), mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya; dan sesiapa yang mengingkarinya maka mereka itulah orang-orang yang rugi.’’ (Surah Al-Baqarah: 120-121)
Wahai saudaraku, marilah kita berjalan berbondong-bondong untuk menuju kepadaNya. Para saudaraku muslimin, jika kau mencintai saudara muslimah dengan sebenar-benarnya cinta, maka ungkapkanlah cinta itu secara benar atas nama Allah. Jagalah kehormatan dan kesuciannya dengan tidak menjerumuskannya kepada jalan maksiat kepada Allah. Wahai saudaraku muslimahku, jika engkau mencintai muslimin dengan sebenar-benarnya cinta, maka jagalah mereka untuk senantiasa mengendalikan nafsu agar tidak bermaksiat pada Allah, jaga aurat dengan dengan sesuatu yang disukai oleh Allah, berjuanglah untuk menjadi wanita shalihah berakhlak mulia yang menjaga kehormatan dan meninggikan Allah dan Rasulnya sebelum manusia yang lain.
Sesungguhnya belum tentu yang kita sukai itu kita butuhkan dan bisa yang kita benci itu adalah sesuatu yang tidak kita butuhkan.
…dan boleh jadi kamu membenci sesuatu sedangkan itu baik buatmu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu sedangkan itu buruk butmu. Dan Allah Maha Mengetahui dan kamu tidak mengetahui (al-Baqarah : 216)

Saudaraku yang dikasihi Allah, Haruskah kita menggadaikan kasih sayang Allah dengan cinta palsu yang semu? Bukankah kita akan kembali pulang kepada Allah. Dan ketika pulang, pintu utama adalah liang kubur yang kita pergi ke sana sendiri, sendiri dan senidiri?
Wallahu A’lam Bis Showwab

Language

 

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Photos

More Photos
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.