(oleh-oleh dari kajian Ustadz Satory, Pesantren Mahasiswi Daaru Shalihat, kamis, 30 April 2009)
Statement tersebut Ustadz sampaikan setelah ada pertanyaan dari salah seorang jamaah tentang merebaknya friendster dan facebook. Sebelumnya, ustadz menjelaskan tentang Shalat:
Shalat berarti menghadapkan hati, pikiran dan badan kita sepenuhnya dan seutuhnya hanya untuk Allah SWT.
Menghadapkan badan: kita ketahui bahwa dalam shalat kita diharuskan menghadap kiblat (kecuali dalam keadaan tidak tahu mana arah kiblat), setiap gerakan telah diatur dan ditetapkan. Kita tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi gerakan shalat kecuali dalam keadaan tertentu.
Menghadapkan pikiran: kita pusatkan dan fokuskan pikiran kita hanya pada Allah SWT. Dalam hal ini diantara kita mungkin tidak sempurna dalam menghadapkan pikiran hanya pada Allah SWT. Bisa jadi ketika shalat, kita memikirkan barang bawaan kita, memikirkan keluarga di rumah, memikirkan tugas kuliah yang belum selesai, memikirkan perusahaan, dan setiap bentuk pikiran selain daripada Allah.
Menghadapkan hati:membersihkan dari riya, ujub, sombong, dan segala penyakit hati lainnya.
Adakalanya diantara kita sering shalat namun merasa tidak merasakan perubahan yang signifikan berkaitan dengan perkembangan diri, dan hidupnya. Tidak merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Ada beberapa hal yang bisa menjadi penghalang suksesnya shalat kita:
7 Maksiat penghalang shalat:
1. Maksiat hati : riya, ujub, sombong, dengki, hasud dll
2. Maksiat pikiran : buruk sangka, viktor, licik, culas, pemikiran dan pemahaman yang sesat dll
3. Maksiat mulut : menghina, berbohong, gosip, dll
4. Maksiat telinga : mendengarkan gosip, mendengarkan maksiat dll
5. Maksiat mata : melihaat hal yang haram dilihat,
6. Maksiat kaki : melangkah ke tempat yang diharapkan untuk didatangi, tidak melangkah ke masjid, dll
7. Maksiat tangan : mencuri, melakukan aktivitas yang diharamkan dll
Sehingga harapannya shalat kita dapat menjadi jalan menuju surga, semakin mendekatkan diri pada Allah SWT.
Memasuki sesi tanya jawab, ada yang bertanya: “Bagaimana pendapat ustadz tentang merebaknya friendster dan facebook?”
Ustadz:”Secara umum, INTERNET ITU SAMPAH, tapi diantaranya ada MUTIARA”
Dipikir2 benar juga, kita bisa mendapatkan gambar, video porno dengan mudah di internet, informasi yang salah dan menyesatkanpun dapat diperoleh dengan mudah di internet, hal yang sia-sia, tidak urgen, tidak penting, tidak bernilai ibadah, ada di internet. Juga bahan mengaji, kuliah, makalah, sumber ilmu juga terdapat di interneet, dakwah, komunikasi silaturahim juga bisa dilakukan melalui internet. Kesimpulannya, ustadz menyerahkan untuk disimpulkan sendiri. Menurutku ada benarnya juga. Seperti halnya pisau, apakah berguna atau berbahaya? tergantunga dari yang menggunakan, mau digunakan untuk motong sayur, untuk motong nadi tangan sendiri, untuk menyembelih kambing, untuk masak, kan tergantung yang make. Begitu juga internet, membutuhkan kedewasaan pemakainya.
Setiap orang bisa saja memiliki pandangaan yang berbeda tentang hal ini.
Wallahu a’lam bishshawab

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini