(Rangkaian Tausyiah AA Gym di Yogya)
Jumat, 1 Mei 2009
Khutbah Jumat di Masjid Balai Kota Yogyakarta
“Bersuara selama rangkaian Shalat Jumat, bisa merusak, apalagi memotret, hal ini harap bisa dipahami,” kalimat ini AA Gym ucapkan dengan mengarahkan telapak tangan ke salah satu jamaah yang baru saja memotret, dan menggelengkan kepala, menandakan larangan, setelah sebelumnya AA Gym juga melakukan hal yang sama.
Setiap kehidupan memiliki episode, ada episode ikut pemilu, kemudian tidak lolos; ada episode ikut Ujian Nasional; ada episode ikut seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri; Episode menikah, mencari kerja, Tua dan banyak fase dalam setiap episode kehidupan kita, yang perlu kita waspadai adalah jangan sampai hati kita ‘tercuri’ dari keikhlasan, keridhaan, kepasrahan pada Allah dan Takdir-Nya, sehingga bisa mengantarkan kita pada Sakinah.
Orang siapa yang mengandalkan ketenangan pada harta, jabatan, kedudukan, pujian, hinaan, penghargaan makhluk, maka Demi Allah tidak akan Sakinah, tidak akan tenang hatinya. Kita hanya akan tenang manakala Allah menjadi satu-satunya sandaran dan tujuan. Selayaknya kita bertafakur mentafakuri alam semesta,diri kita, hewan, tumbuhan, alam untuk memantapkan hati kita bahwa sesungguhnya hanya Allah-lah satu-satunya yang berhak menjadi sandaran dan tujuan. Kita dapat mentafakuri sempurnanya penciptaan alam semesta beserta pemeliharaannya, jarak bumi dan matahari yang begitu tepat, komposisi atmosfer, rantai makanan, dan banyak lagi lainnya. Pada rantai makanan contohnya, cikcak tidak bisa terbang, tidak punya sayap, tapi makanannya nyamuk, punya sayap dan bisa terbang. Tapi Allah lah yang mengatur rizki, Allahlah yang menetapkan, Allah yang menciptakan makhluk, Allah pula yang mengatur dan menjamin rizki setiap hambanya. Yang perlu kita lakukan adalah berikhtiar sesempurna mungkin dengan cara yang halal dan diridhai Allah SWT. Hendaknya ini dipahami, hendaknya ini disadari, hendaknya ini di yakini.
Dalam menyampaikan khutbahnya, AA Gym terlihat sangat berapi2 dalam menyampaikan khutbahnya. Setidaknya sejauh pengetahuan, khutbah ini adalah yang paling ‘tegas’ penyampaiannya.

Sabtu, 2 Mei 2009, 05.00
Tausyiah Shubuh dimasjid Jogokariyan
Sekali waktu bisa jadi kita mendapat prestasi, tapi ternyata tak ada seorangpun yang memberi selamat. Apakah ada yang salah? Apa hati merasa ada yang kurang?
Atau lain kesempatan, kita merasakan semangat ketika berbuat baik dihadapan banyak orang, sementara ketika dihadapkan pada amal kebaikan tanpa seorang pun melihat, hati kita merasa kurang begitu bersemangat. Mungkin pada kesempatan yang lain, kita begitu mudah bangun untuk shalat malam, tapi ketika sendirian di rumah, kita begitu berat untuk melakukannya. Bahkan yang agak samar: mungkin sekali waktu kita hendak shalat sunat dhuha di kampus, tapi karena ada yang melihat, kita urung melakukan. Dan akan banyak lagi contoh lain dimana itu berkaitan dengan IKHLAS.
Pada kesempatan tausyiah ini, AA Gym menyampaikan lima kiat menuju ikhlas:
1. Jangan ingin diketahui orang
2. Jangan ingin dilihat orang
3. Jangan ingin dipuji
4. Jangan ingin dihargai
5. (Jangan salahkan saya tidak tahu yang kelima, karena AA Gym memang tidak sempat menyampaikan yang kelima, secara waktunya untuk on air disiarkan melalui jaringan MQ FM dan Jogokariyan TV telah tiba)

Orang yang kurang bertafakkur, cenderung ceroboh, dan ceroboh lebih sering berujung penyesalan;
Rizki hanyalah numpang lewat, belajarlah seperti tukang parkir, hakikatnya kitapun sebenarnya seperti itu, banyak mobil tidak merasa sombong, ketika pemiliknya mengambil tidak sedih, kecewa atau marah.

Mentafakuri seorang perokok:
Apabila bersedekah:
katakanlah sehari 1000 rupiah untuk merokok, sebulan 30.000 rupiah, setahun 360.000 rupiah. Untuk sedekah jumat, katakanlah 1000 rupiah sekali jumatan, satu bulan 4000 rupiah, satu tahun 48.000. Untuk rokok? 360.000; untuk sedekah jumatan? 48.000. Tanya ken,,,? Untuk Rokok: Dapat menyebabkan kanker serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin; Sedekah, mendapat pahala, keridhaan Allah, dilipatgandakan rizkinya; Tapi tiap tahun, untuk sedekah 48.000. Untuk Rokok: 360.000. Kata AA Gym:”Tuhannya Allah apa Rokok?”

Sabtu, 2 Mei 2009, 10.00

Taubat:
1. Menyesal dengan sesungguh-sungguhnya,
2. Mohon ampun kepada Allah SWT
3. Hijrah, berpindah, merubah diri kearah yang diridhain Allah SWT

Pada sesi tanya jawab, ada yang menyinggung tentang Poligami;
AA Gym tanya, kurang lebih gini (saya tambah sendiri sih) :
Yang menciptakan kita siapa? Jawab hadirin: “Allah”
Yang menciptakan takdir siapa? Jawab hadirin: “Allah”
Yang menentukan jodoh seseorang siapa? Jawab hadirin:”Allah”
Yang menurunkan Al Quran beserta kehalalan poligami siapa? Jawab hadirin:”Allah”
Sekarang: yang menakdirkan jodoh saya? Jawab hadirin:”Allah”
terus kenapa? Ini halal!
Dari dulu saya heran dengan orang yang menganggap tabu poligami, termasuk poligami AA Gym. Apa karena frame dan paradigma berfikirnya sudah begitu jauh meninggalkan Al Quran dan sunnah, sehingga lebih suka berkiblat pada sumber lain yang bahkan bisa jadi bertentangan dengan al quran dan sunnah?
Saya pikir apadosanya menikahi wanita lebih dari satu, selama tidak lebih dari empat? Kita bisa cermati ayat al quran berikut:
“…maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja…” (QS An Nisaa:3)
Yang menarik adalah, redaksinya TIDAK seperti ini:”nikahilah seorang saja, kemudian jika kamu dapat berlaku adil, maka nikahilah lebih dari satu”, misalnya seperti itu redaksinya. Sehingga dapat kita pahami bahwa perintah pertama kali adalah menikahi dua, tiga atau empat, baru ada pembatas ‘apabila takut tidak dapat berlaku adil’, barulah diberi alternatif ‘nikahilah seorang saja’. Hanya pada dataran teknisnya, sebelum menikahi dua, tiga, empat, tentu menikahi satu dulu, dan bertambah seterusnya. Tetapi framenya bisa jadi, yang normal adalah menikahi dua, tiga, empat, sedangkan menikahi satu orang, untuk keadaan tertentu sesuai dengan batasan yang disebutkan.
Hikmah dari poligami ini tentunya Allah dan Rasulnya lebih mengetahui. Allah SWT -lah yang menciptakan manusia, langit dan bumi, takdir manusia dan perjalanan kehidupan umat manusia diatas muka bumi, Allah yang mengatur rizki, pertumbuhan umat manusia beserta segala super kompleksitasnya, perbandingannya, dan berdasarkan semua pertimbangan yang jauh lebih banyak, lebih dalam, dan lebih akurat dari pertimbangan manusia, kemudian Allah SWT menetapkan syariat-Nya. Maka apakah pengetahuan, kemampuan manusia yang terbatas hendak Sok Tahu dari Allah, sehingga bermaksud ‘meralat’ atau minimalnya ‘ mempertanyakan’ ketetapan Allah?

Wallahu a’lam bishshawab

“Dari ‘rumah’ itu, kita bermula. Dalam kandungan Ibu kita diturunkan. Di dunia kita dilahirkan. Kemanakah kita akan pulang? selamatkah? Benarkah jalan yang kita lalui? Dapatkah kita pulang ke ‘rumah’ dengan selamat?
Saudaraku, rumah kita sesunggunya adalah di surga. Neraka adalah rumah makhluk yang lain, jangan mengikuti jalan makhluk lain itu yang hendak menyesatkan jalan pulang kita ke rumah makhluk lain yang terlaknat itu. Dia yang menciptakan kita, menanti kita pulang ke rumah.”

(m4tpy)