You are currently browsing the category archive for the 'liver' category.

1st building:

three floor, the price : 99 billion rupiah;

1st building

Image004

2nd building:

the price :i havent knot yet, may be because they are busy in ramadhan month to syawal, they dont repley my calling;

Image006

3rd building :

the price, i havent know yet;

the location , near around campus;

http://wikimapia.org/#lat=-7.7863645&lon=110.3927547&z=18&l=0&m=b

Image007

the 4th building:

the price : 14 billion for a year;

the location, near from railway, that at the time we pass in front of this building when we bought Jilbab /hijab ;

http://wikimapia.org/#lat=-7.7881982&lon=110.3937095&z=18&l=0&m=b

enough for 10 – 15 units;

Image008

Image009

Image010

You can consider which one you like and you select ;

after idul fitri, insyaAllah, i can check for the detail;

according to my opinion, the lastbuilding is reasonable;

Kamis, 4 Oktober 2007, Masjid gedhe kauman, pasangan muda-mudi mengetuk pintu neraka, berduaan di alun-alun utara, menutup pintu surga dengan tidak ikut shalat tarawih;
Jalan seturan, spanduk: Dengan datangnya bulan ramadhan kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan, semoga dengan berlalunya ramadhan tidaklah kemudian iblis memasang spanduk dihati kita yang berbunyi:Dengan berlalunya ramadhan kita turunkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Jika ramadhan adalah camp pelatihan, maka 11 bulan berikutnya adalah medan pertempuran sesungguhnya. Setelah berpeluh keringat selama berlatih, janganlah sampai berdarah-darah noda dosa dan maksiat ketika bertempur.

Jika ramadhan adalah ujian akhir semester, maka seorang yang dinyatakan lolos sebagai mahasiswa universitas ramadhan, salah satu parameternya adalah meningkatnya keimanan dan bertambahnya ketakwaan, yang dengan itu berarti dia naik semester selanjutnya, dengan kemampuan dan pengetahuan lebih, yang tentunya diikuti dengan tingkat ujian yang lebih pula pada semester berikutnya, yaitu 11 bulan setelah ramadhan, dimana hasilnya akan diuji pada ramadhan tahun depan. Salah satu indikasi pula, bahwa seseorang telah lulus melewati madrasah ramadhan adalah bahwa kualitas keimanan dan ketakwaan setelah ramadhan lebih baik daripada sebelum ramadhan,salahsatu syarat dikatakan lebih baik, adalah dapat dipertahankannya kualitas tersebut pada bulan-bulan selanjutnya setelah ramadhan. Sehingga setelah ramadhan berlalu, kualitas keimanan dan aktivitas ketakwaan minimalnya sama. Jika tidak demikian, perlu dievaluasi dan instrospeksi diri, apakah kita layak dikatakan telah lulus melewati pelatihan maupun ujian ramadhan tahun ini?
Dengan pemaknaan ini diharapkan tahun demi tahun, ramadhan demi ramadhan yang kita lewati, merupakan estafet peingkatan kualitas diri untuk semakin dekat dengan Allah, semakin dalam keimanan menancap dan bersemayam dihati kita, semakin terbang meningginya kualitas ibadah kita, semakin menghilangnya ego, perilaku dosa dan maksiat. Sehingga semakin kita dekat dengan ridha Allah, semakin kita didekatkan pada pintu surga dan dijauhkan dari pintu neraka, amin~

Pernyataan N M Top (http://mediaislam-bushro.blogspot.com/2009/07/media-tandzim-al-qoidah-indonesia.html) setelah mendapat publikasi dari media, segera dalam waktu singkat mendapat komentar yang hinggga tulisan ini dibuat mencapai 1184 komentar.
Kenyataannya memang tidak semua kaum muslimin tidak setuju dengan pendapat dan pemikiran dalam pernyataan tersebut. Sebagian mungkin ada yang setuju dengan latar belakang dan tujuan, tapi tidak setuju dengan metodenya, atau caranya, berkaitan pula dengan tempat dan waktunya. Tapi yang akhirnya membuat lebih sedih adalah komentar pada blog yang membuat pernyataan, sebagaimana tersebut diatas. Cara berkomentar, etika, pilihan kata, bahkan akhirnya adalah penuduhan, generalisasi, penyamarataan dan vonis pada orang lain / pihak lain yang bisa jadi justru sebenarnya juga tidak sepenuhnya setuju dengan pernyataan tersebut. BIsa disebut Ustadz Abu Bakar Baasyir, FPI, bahkan sangat melebar hingga Islam, Muhammad Rasulullah SAW, dan Umatnya yang mendapat penghinaan. Dengan isi komentar yang seperti itu, sangat disayangkan dan menyedihkan. Belum lagi dapat benar-benar dibuktikan kebenarannya bahwa pelakunya adalah N M Top, belum pula dapat dipastikan bahwa N M Top, apakah sertaus persen berjihad karena Allah SWT, untuk kemuliaan Islam, atau justru, mengutip Pengamat Intelijen AC M, bahwa pelakunya bisa jadi ada dibawah aktor intelektual dari kapitalisme dan neoliberalisme, atau anteknya Amrik; tanpa bermaksud berspekulasi lebih jauh, komentar yang disampaikan untuk mengomentari pernyataan N M Top itu, memancing sebuah pertanyaan, apakah seperti itu tanggapan / pandangan publik, apakah komentar yang tampil memang murni dan merepresentasikan pandangan rakyat Indonesia pada umumnya, atau pembuat blog sebenarnya justru musuh Islam itu sendiri?
Sebuah keyakinan bahwa Allah tidak buta, Allah tidak tuli, dan Allah tidak sedang menganggur, Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Menjadi penawar kesedihan bahwa setiap perbuatan akan mendapat balasannya, bagi yang melakukan pengeboman, bagi yang membuat blog dan membuat pernyataan, dan bagi yang mengomentari, termasuk yang mengomentari komentar para komentator di blog tersebut, semoga Allah memberikan balasan yang terbaik. Wallahu’alam