You are currently browsing the category archive for the 'soul' category.

S4023362

Agustus 2006, dan sekarang, Mei 2009.
Saat melihat gambar diatas, kemudian dilihat satu persatu, ternyata tidak ada satupun yang masih tinggal di Deha, termasuk Aku. Dulu Kita tinggal satu atap, sekarang semua bertebaran dimuka bumi.
- Heri Ananto Budi
Dulu teman sekamar, sekarang kabarnya dia tinggal di DPC Ngemplak, menyelesaikan studi, mungkin tinggal skripsi.
- Dian Arno Kusuma
Sekarang ngontrak di jalan kaliurang, sekitar km10. Studinya baru aja selesai, itu kenapa kemarin dia refreshing ke jakarta.
- Jazuli
Sudah cukup lama, hampir dua tahun, tak berapa lama setelah rihlah di depok, beliau bekerja di sangatta Kalimantan.
- Heru
Sekarang bekerja sebagai perawat di Kuwait
- Reza
Adiknya Heru, mungkin masih menyelesaikan sekolah SMA-nya.
- Heri Kurniawan
Ngontrak di sekitar UGM, aktivitasnya bisnis, kabarnya akan segera menikah.
- Alawy
Sudah sekitar setahun mungkin ya, ketika akhirnya dia memutuskan untuk cabut dari DeHa.
- Ali Octo
Saat pindah dari deHa, dengar-dengar tinggal di Komisariat UPN.
- Sulthon Andis Sahara
Kabarnya diterima kerja di Telkom, wonosari apa bantul ya???
- Eko widiarto
Sekarang di ponPes Krapyak, dan terus melanjutkan studi.
- Taufiq
Diterima kerja di Epson, tempatnya dimana kurang tahu, ada yang bilang di Tanggerang.
(deha 7 yang gak masuk foto):
- Dedy Setyo A
Di Nurul Fikri Boarding School, sebagai guru, sudah menikah, punya anak 1.
(Yang sempat satu atap):
- Rahmat ‘Jenggot’
Beritanya diterima di Departemen Kehutanan, tapi masih di Jawa nunggu training.
- Siswo Carito
Kerja Di Bimbel Nurul Fikri, Bekasi.
- Hendi
Kerja di Pertamina.

Dalam hidup ini banyak wajah sudah yang saling berjumpa, terkadang ada beberapa wajah yang hanya sekali bersua, ada yang beberapa kali, ada yang sekian kali, kemudian kepastian yang pasti terjadi pada setiap pertemuan adalah perpisahan. Tak Terkecuali dengan siapapun di dunia ini.
Dimanapun kalian berada, kita ingat kita pernah satu atap, kita pernah melalui salah satu episode kehidupan bersama. Ketika catatan takdir membawa kita pada jalan hidup masing-masing, ku doakan kalian semoga diberi yang terbaik oleh Allah SWT.
Saat seperti inilah Doa Rabithah mendapatkan tempatnya:

Selasa, 17 Juni 2008, pkl 10.30:

selesai membaca buku “15 Alasan mencintai Allah”, bisa jadi ada aliran cinta yang memang mengalir dalam jiwa, sehingga ada keinginan untuk shalat dhuha; tapi saat ini ada di kantor (ISES Consulting, belakang BMT al-ikhlas sagan), sepertinya akan lebih khusyu kalo shalat di masjid, so, maksud hati mencari mushola, maka
keluar kantor, menyusuri jalan ke arah galeria, dibawah sengatan matahari yang aduhai; melew3ati beberapa gang di kiri kanan jalan, tak nampak ciri2 khas mushola; kemudian tiba2 saja, ingin memasuki gang tertentu di sebelah timur jalan; sekitar 100meter dari jalan besar, ada pemandangan yang dulu begitu akrab: makam.

semakin jauh melangkah makin sepi terasa, kemudian sunyi; ada panggilan dari dalam yang ungun lebih akrab dengan bangunan itu, atau mungkin suasana itu, bisa jadi juga penghuni disitu;; hihi77x

maka tubuhku bersandar di tembok dinding makam, mengamati dengan ketajaman bangunan masa depan yang suatu saat nanti pastti aku juga akan memilikinya: makam; ytang jadi pertanyaan adalah: siapa manusia-manusia penghuni bangunan ini? siapa mereka dulu ketika masih hidup? apa saja yang telah mereka lakukan? apa yang sekarang mereka rasakan? seandainya sekarang mereka hidup lagi, apa yang akan mereka lakukan?

dan akhirnya pertanyaan terakhir inilah yang membuatku tersentak kaget dan terkejut sangat: dalam kedalaman tanah, yang gelap, pengap dan senyap, tiba2 ada sesosok mata yang terbuka dari terpejam, dan dia melirikku, MELIRIKKU! kemudian dia bangkit, terbang menmbus materi tanah, melayang diatas tanah, memandang ke arahku, sementara aku terpatung tak menguasai diri; dia terbang mendekat dalam waktu singkat dengan begitu mudahnya, dan bicara dengan bahasa tanpa kata, tapi aku mengerti maksudnya:”pinjam tubuhmu sebentar ya,,,,,”

setelah itu aku merasakan kedamaian dan kesenangan atau kegirangan yang aneh, seolah aku sudah lama tak hidup, sudah lama aku di timbun tanah, berjumpa dengan malaikat munkar nakir, ditanya macam-macam, merasakan pedihnya maut, ditampakkan siksaan dan nikmat kubur, dihilangkan nafsuku, dimurnikan jiwaku, ditenagkan hatiku, sibukakan hakikat yang selama hidup dulou tersembunyikan; dan sekarang aku ada dalam tubuh ini untuk merasakan kembali hidup;

orang yang tubuhnya kupinjam ini, tadi bilang ingin tahu apa yang akan dilakukan seandainya orang yang sudah mati diveri kesempatan untuk hidup lagi,,,, dan inilah yang akan kulakukan:

ternyata memang sama dengan yang akan kulakukan: mencari masjid/mushola!

aku berjalan menyusuri lorong gang menuju jalan besar, dikiri kanan kulihat manusia, maksudku manusia yang sedang hidup di dunia, ada anak kecil yang bermain ayam jago, tukang becak menunggu penumpang, pekerja dengan pakaian rapi berjalan tergesa-gesa, batinku berkata, ada pekerjaan sungguh teramat sangat penting yang harus dilakukan lebih uatama dari semua yang kalian lakukan! kemudian aku sampai di jalan besar, mobil,motor, becak lalu lalang dengan frekuensi tinggi, banyak sekali manusia dengan aktivitasnya masing-masing, tapi kukatakan pada mereka: ada pekerjaan yang harus dilakukan, bahkan oleh kalian yang masih hidup, jka kalian menyadari pentingnya pekerjaan ini jika kalian sudah mati; aku kembali merasakan sengatan panas mathari, kembali menghjirup udara, kembali melihat kehidupan, tai yang lebih penting dari itu semua adalah aku dapat kembali melakukan yang akan kulakukan;

kemudian aku kembali masuk kedalam kantor, mengambil air wudhu, dan betapa nikmatnya kulakukan ini:

takbiratul ikhram, ruku, sujud, hingga salam kulakukan, seolah semua yang seharusnya kulakukan telah aku lakukan; maka aku kembali pergi ke tempastku seharusnya!

Pak Nurhid direktur Ises consulting memberi tahu bahwa pak Eko yang dari jam delapan tadi kami tunggu telah datang, kemudian kami berngkat ke gunung kidul melakukan tugas tertenti. dari dalam mobil, aku melewati gang yang tadi kulewati, ada sesosok yang melambai sebelum akhirnya dia memmasuki area pemakan itu, dan kembali tenggelam dalam makam~

Glitter Graphics

Benda langit itu, ada matahari, bulan, planet, bintang; bintang dan matahari sama, hanya karena jarak bintang terdekat adalah matahari dan menghidupi tatasurya, termasuk planet bumi, matahari sering dibedakan penyebutannya dengan bintang; kesamaan keduanya adalah, dua-duanya bersinar dan menyinari alam raya; matahari menyinari bumi, sehingga pada siang hari di bagian belahan bumi, matahari banyak memberi kehidupan; dimalam hari, bagian belahan bumi mendapatkan keindahan dari banyaknya bintang yang bertaburan di langit; ada juga yang disebut bintang mati, ada juga blackhole/ lubang hitam; lubang hitam menjadi menarik karena dia menyerap apapun yang dekat dengannya, bahkan cahayanya sendiripun diserapnya, sehingga diluar dirinya bahkan tidak mendapatkan cahaya sedikitpun darinya;

manusia di bumi ibaratkan benda langit, ada yang seperti planet, bulan, matahari, bintang, lubang hitam, dengan kesesuaian kondisinya masing-masing;

Ustadz Fadli Reza Nur menyampaikan kata-kata bijak dari Syekh Abdul Qadir Jaelani, tentang Ulama Besar; Seperti pohon kurma,: